Resensi dan Review Buku Audit Kinerja (Mendorong Peningkatan Value Organisasi Pemerintah dalam Mewujudkan World Class Government)

 

 

Judul                   : Audit Kinerja (Mendorong Peningkatan Value Organisasi Pemerintah dalam Mewujudkan World Class Government)

Pengarang          : Iwan Novarian dan Ardeno Kurniawan

Penerbit             : Andi Offset dan BPFE UGM

ISBN                    : 978-602-04-2124-7

Tahun terbit       : 2017 (edisi revisi)

Jml Halaman     : 264 halaman

Harga                  : Rp80-100ribu

 


Resensi Buku Audit Kinerja

Tidak banyak literatur atau buku-buku karya penulis lokal yang secara khusus membahas mengenai audit kinerja dan mudah ditemukan di toko buku. Padahal, di tengah meningkatnya tuntutan akuntabilitas publik dan transparansi pengelolaan keuangan negara, kebutuhan akan referensi yang komprehensif mengenai audit kinerja semakin mendesak. Audit kinerja tidak lagi menjadi ranah eksklusif lembaga pemeriksa eksternal, tetapi juga menjadi instrumen penting bagi auditor internal pemerintah dalam mendorong tata kelola yang baik (good governance). Oleh karena itu, kehadiran buku ini menjadi angin segar bagi para praktisi, akademisi, maupun mahasiswa yang tertarik mendalami dunia audit sektor publik.

 

Buku ini ditulis oleh Iwan Novarian, seorang Widyaiswara (pengajar) pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Ardeno Kurniawan yang saat ini bekerja sebagai auditor internal pada Inspektorat Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Latar belakang kedua penulis yang sama-sama berkecimpung secara profesional di bidang audit memberikan kredibilitas tersendiri terhadap isi buku ini. Pengalaman praktis yang mereka miliki menjadi fondasi kuat dalam penyusunan materi, sehingga pembahasan yang disajikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif.

 

Secara sistematis, buku ini terdiri atas enam bab. Bab I membuka pembahasan dengan memberikan pemahaman mendasar mengenai sektor publik dan konsep audit kinerja. Pada bagian ini, pembaca diajak memahami perbedaan mendasar antara audit kinerja dan audit atas laporan keuangan. Jika audit laporan keuangan berfokus pada kewajaran penyajian laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi yang berlaku, maka audit kinerja memiliki dimensi yang jauh lebih luas. Audit kinerja menilai apakah suatu program atau kegiatan telah dilaksanakan secara ekonomis, efisien, dan efektif—yang dikenal dengan konsep 3E (economy, efficiency, effectiveness).

 

Penjelasan mengenai ketiga aspek tersebut menjadi pondasi penting bagi pembaca yang belum pernah terlibat langsung dalam pemeriksaan kinerja. Aspek ekonomis berkaitan dengan bagaimana entitas memperoleh sumber daya dengan biaya yang wajar dan sesuai kebutuhan. Aspek efisiensi menilai hubungan antara input dan output—apakah sumber daya yang digunakan telah menghasilkan output secara optimal. Sementara itu, aspek efektivitas mengukur sejauh mana tujuan atau target program telah tercapai. Melalui pemaparan ini, pembaca mulai memahami bahwa audit kinerja bukan sekadar memeriksa angka, melainkan menilai kualitas pengelolaan program secara menyeluruh.

 

Bab II hingga Bab IV membahas aspek teknis pelaksanaan audit kinerja secara lebih mendalam. Pada bagian ini, penulis menguraikan tahapan audit mulai dari perencanaan, desain audit, penyusunan metodologi, hingga pelaksanaan pemeriksaan di lapangan. Pembahasan disusun secara runtut sehingga pembaca dapat mengikuti alur proses audit secara sistematis.

 

Dalam tahap perencanaan, misalnya, dijelaskan pentingnya memahami entitas yang akan diaudit, mengidentifikasi risiko, serta menentukan fokus audit. Penulis juga menekankan pentingnya perumusan tujuan dan pertanyaan audit yang jelas. Tanpa perencanaan yang matang, audit kinerja berisiko kehilangan arah dan menghasilkan temuan yang tidak signifikan.

 

Pada bagian metodologi, buku ini mengulas teknik pengumpulan dan analisis data, baik melalui wawancara, observasi, studi dokumen, maupun analisis kuantitatif. Penjelasan ini sangat membantu, terutama bagi auditor pemula yang masih mencari gambaran konkret tentang bagaimana menguji aspek ekonomis, efisiensi, dan efektivitas dalam praktik. Dengan pendekatan yang cukup detail, pembaca tidak hanya memahami “apa” yang harus dilakukan, tetapi juga “bagaimana” melakukannya.

 

Bab V menjadi salah satu bagian yang paling menarik karena menyajikan ilustrasi pelaksanaan audit kinerja. Melalui contoh kasus, pembaca dapat melihat bagaimana konsep-konsep yang telah dijelaskan sebelumnya diterapkan dalam konteks nyata. Ilustrasi ini membantu menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Bagi pembaca yang baru pertama kali mempelajari audit kinerja, contoh ini memberikan gambaran konkret mengenai alur berpikir auditor dalam mengidentifikasi masalah, mengumpulkan bukti, hingga menyusun simpulan.

 

Bab terakhir membahas proses pelaporan audit kinerja. Penulis tidak hanya menjelaskan struktur laporan, tetapi juga memberikan contoh laporan hasil pemeriksaan. Kehadiran contoh ini menjadi nilai tambah yang signifikan karena pembaca tidak perlu membayangkan sendiri seperti apa bentuk laporan audit kinerja yang baik. Contoh laporan yang diambil dari praktik BPK memberikan standar kualitas yang jelas. Meski demikian, pembaca tetap dapat menyesuaikannya dengan standar pelaporan yang berlaku di instansi masing-masing.

 

Setelah membaca buku ini secara menyeluruh, terdapat beberapa kelebihan yang patut diapresiasi. Pertama, buku ini menyajikan pembahasan tahapan audit kinerja secara lengkap, mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Penyajian yang sistematis ini sangat membantu auditor atau pemeriksa yang baru terjun dalam audit kinerja. Buku ini benar-benar berfungsi sebagai panduan langkah demi langkah (step by step guidance) yang memudahkan pembaca memahami proses secara utuh.

 

Kedua, keberadaan ilustrasi kasus pada Bab V sangat membantu dalam memahami konteks penerapan audit kinerja. Ilustrasi tersebut membuat pembahasan menjadi lebih hidup dan tidak sekadar normatif. Pembaca dapat melihat bagaimana teori diterjemahkan menjadi praktik konkret.

 

Ketiga, adanya contoh laporan hasil audit/pemeriksaan menjadi nilai tambah yang signifikan. Banyak buku teori audit yang berhenti pada pembahasan konsep tanpa memberikan gambaran nyata mengenai produk akhir audit. Dalam buku ini, pembaca dapat melihat secara langsung bentuk dan gaya penulisan laporan, sehingga memudahkan dalam penyusunan laporan di lingkungan kerja masing-masing.

 

Namun demikian, buku ini juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satu catatan utama adalah nuansa BPK yang sangat kuat. Bagi pembaca yang sudah terbiasa atau bahkan telah menguasai petunjuk teknis (juknis) pemeriksaan kinerja BPK, isi buku ini mungkin terasa seperti pengulangan dalam format yang berbeda. Pendekatan dan contoh yang digunakan sangat mencerminkan praktik BPK, sehingga kurang memberikan variasi perspektif dari lembaga lain.

 

Selain itu, meskipun salah satu penulis merupakan auditor internal pemerintah daerah, pembahasan mengenai praktik audit kinerja di level pemerintah daerah tidak dieksplorasi secara mendalam. Padahal, karakteristik audit di pemerintah daerah sering kali memiliki tantangan tersendiri, seperti keterbatasan sumber daya, dinamika politik lokal, serta kapasitas organisasi yang berbeda-beda.

 

Kekurangan lainnya terletak pada penggunaan subjudul yang menyebut “Mendorong Peningkatan Value Organisasi Pemerintah dalam Mewujudkan World Class Government.” Istilah World Class Government beberapa kali disebutkan dalam buku, namun tidak dijelaskan secara komprehensif mengenai kriteria atau indikator organisasi seperti apa yang termasuk dalam kategori tersebut. Konsep ini seharusnya dapat dielaborasi lebih jauh agar tidak sekadar menjadi jargon.

 

Dari sisi penyajian, buku ini juga memuat cukup banyak tabel. Bagi sebagian pembaca, termasuk saya pribadi, dominasi tabel yang berlebihan dapat mengurangi kenyamanan membaca. Selain itu, terdapat ketidakkonsistenan dalam penggunaan istilah “laporan hasil audit” dan “laporan hasil pemeriksaan (LHP).” Inkonsistensi ini berpotensi membingungkan pembaca, terutama bagi mereka yang masih baru mengenal terminologi audit sektor publik.

 

Secara keseluruhan, buku ini termasuk dalam kategori buku “how-to” yang memberikan panduan praktis dari awal hingga akhir mengenai pelaksanaan audit kinerja. Buku ini sangat cocok bagi auditor atau pemeriksa yang ingin mulai mendalami audit kinerja secara sistematis. Meskipun memiliki beberapa kekurangan, kelebihan yang ditawarkan, terutama dalam hal kelengkapan tahapan dan contoh praktis, menjadikan buku ini layak dijadikan referensi, khususnya bagi praktisi di sektor pemerintahan.

 

Di tengah meningkatnya tuntutan akuntabilitas publik, kemampuan melakukan audit kinerja yang berkualitas menjadi kompetensi yang sangat penting. Buku ini hadir sebagai salah satu referensi lokal yang dapat membantu menjawab kebutuhan tersebut.

 

Salam,

frochablog

 

 


frochablog

A policy wonk, auditor, writer, and sketcher.

Post a Comment

Previous Post Next Post

Popular Items

Cara Lolos Wawancara LPDP

Beasiswa ke Amerika