Liburan ke London Hari #1

Karena sudah memasuki musim liburan Christmas, kami memutuskan untuk jalan-jalan. Kali ini pilihan kami jatuh ke London, karena belum pernah ke Ibukota Inggris ini. Liburan ke London selalu menjadi pilihan menarik, terutama bagi kami yang tinggal di kota lain di Inggris seperti Birmingham. Jarak yang relatif dekat, transportasi umum yang mudah, serta banyaknya destinasi wisata gratis membuat London menjadi tujuan menarik.

Awalnya kami ingin menyetir mobil sendiri ke London serta menginap di tempat teman, tapi sepertinya niat itu kami urungkan karena kunjungan kali ini saat liburan sehingga sepertinya naik mobil kemungkinan rame dan macet. Selain itu ada beberapa keluarga dari Birmingham yang juga ke London di tanggal yang sama, sehingga mungkin kami bisa janjian ketemuan di sana. Akhirnya kami memilih menggunakan bus National Express, yang kebetulan ada tiket promo anak-anak gratis karena sedang musim liburan. Kami membayar sekitar 60 poundsterlings atau sekitar satu juta lima ratus rupiah. Harga awal sebelum diskon adalah 100 poundsterlings. Lumayan banget diskon hingga 40 pounds. Itu sudah termasuk dengan biaya memilih tempat duduk sendiri.

Berangkat dari Birmingham ke London Naik Bus National Express

Perjalanan kami dimulai sejak pagi hari. Pukul 06.45 pagi, kami berangkat dari rumah menggunakan Uber menuju terminal National Express Coach Birmingham. Sebelumnya kami mencoba menggunakan Bolt karena lebih murah, tapi ternyata susah mendapatkan tumpangan Bolt pagi ini. Bus menuju London dijadwalkan berangkat pukul 07.25 pagi sehingga kami perlu sampai di bus station sebelum jam tersebut. Pukul 7.10 kami sudah sampai lokasi. Jam segini masih gelap di bulan Januari. Memilih bus National Express untuk perjalanan dari Birmingham ke London adalah pilihan yang tepat. Selain harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan kereta, bus ini juga nyaman untuk perjalanan jarak menengah. Selain National Express ada juga Flix bus yang sepertinya juga bisa dapat diskon kalo belinya jauh-jauh hari.

Sumber: BirminghamWorld

Perjalanan Birmingham–London memakan waktu sekitar 2 jam 30 menit. Hari itu kondisi jalan sangat lancar, sehingga bus tiba lebih cepat dari jadwal. Selama perjalanan, kami bisa duduk santai sambil menikmati pemandangan sepanjang jalan. Bus sangat nyaman, jok bus sangat nyaman, empuk, dan memiliki seat belt. Di sini, seat belt wajib dikenakan saat bus dalam kondisi berjalan. Sopir akan mengingatkan kita untuk mengenakan seat belt sebelum berjalan. Selain itu, bus juga memiliki slot USB untuk charging, serta tray untuk tempat makanan di depan kita.

Tiba di Victoria Coach Station London

Kami tiba di Victoria Coach Station lebih cepat sekitar 15 menit dari jadwal. Station ini merupakan salah satu terminal bus terbesar dan tersibuk di London. Lokasinya strategis dan mudah terhubung dengan berbagai moda transportasi umum, seperti bus kota dan London Underground. Begitu bus masuk ke station, penumpang dipersilakan turun ke terminal dan mengambil bagasi apabil ada.

Dari Victoria Coach Station, kami berjalan kaki sebentar untuk mencari local bus stop. Kami akan melanjutkan perjalanan dengan bus kota menuju destinasi pertama kami, yaitu Science Museum London yang terletak di kawasan South Kensington. Kami menaiki bus 52 dari Grosvenor Gardens bus stop dan berhenti di Exhibition Road, untuk kemudian berjalan kaki 8 menit menuju museum tersebut.

Mengunjungi Science Museum London

Science Museum London adalah salah satu museum sains paling terkenal di dunia dan menjadi destinasi favorit wisatawan. Kabar baiknya, museum ini gratis dan sangat cocok dikunjungi oleh semua usia. Museum ini memiliki berbagai galeri yang membahas banyak hal, seperti sejarah perkembangan sains dan teknologi, dunia medis dan kesehatan, transportasi dan mesin, eksplorasi luar angkasa, serta penemuan ilmiah yang mengubah dunia

Sampai di museum kami tidak perlu antre karena sudah memesan tiket online. Kebetulan kami kena random check bags sehingga tas kami diperiksa petugas. Tapi ternyata hanya ditanya apa isi tas, sambil dibuka sedikit. Setelah itu kami dipersilakan untuk menitipkan tas dan koper, karena kami membawa tas yang cukup besar. Penitipan koper ternyata tidak murah, kurang lebih 10 poundsterlings untuk satu loker besar dan satu loker kecil.

Begitu masuk, kami langsung disambut dengan bangunan yang luas dan koleksi yang sangat beragam. Salah satu area favorit kami adalah galeri eksplorasi luar angkasa, yang menampilkan replika satelit, roket, dan kapsul astronot. Ada juga galeri tentang sejarah kedokteran, yang menunjukkan perkembangan alat medis dari masa ke masa. Penjelasannya disajikan dengan cara interaktif dan visual yang menarik, sehingga tidak membosankan. Untuk lengkapnya baca tulisan berikut ya: Mengunjungi Science Museum, London, Inggris.






Bertemu Teman dan Keluarga dari Birmingham

Di Science Museum, kami bertemu dengan teman dan keluarganya yang juga berasal dari Birmingham. Momen ini terasa spesial karena perjalanan ke London sekaligus menjadi ajang bertemu dan berbincang bersama. Sudah beberapa bulan kami tidak berjumpa meskipun sama-sama di Birmingham. Kami berkeliling museum bersama, berbagi cerita, dan tentu saja mengabadikan momen dengan foto-foto. Bertemu teman di kota besar seperti London memberikan rasa hangat, terutama bagi sesama perantau.

Lanjut ke Natural History Museum London

Setelah puas menjelajahi Science Museum, kami berjalan kaki menuju Natural History Museum, yang lokasinya sangat berdekatan. Museum ini terkenal dengan koleksi sejarah alamnya dan bangunan bergaya klasik yang ikonik. Di dalam Natural History Museum, pengunjung bisa melihat banyak hal seperti kerangka dinosaurus raksasa, koleksi fosil dan batuan, galeri bumi dan gunung berapi, serta Informasi tentang keanekaragaman hayati bumi.



Sayangnya, saat kami berkunjung, Natural History Museum sangat ramai. Banyak rombongan wisatawan, sehingga suasana terasa cukup padat dan kurang nyaman. Kami hanya berjalan-jalan saja tanpa bisa menikmati isinya dengan perlahan. Karena kondisi tersebut, kami hanya berkeliling sebentar. Meskipun koleksinya sangat menarik, kami memutuskan untuk tidak berlama-lama dan melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.

Menikmati Malam di Big Ben, London Eye, dan Sungai Thames

Dari area museum, kami lalu jalan kaki ke subway station terdekat. Kami naik London Tube Train menuju pusat kota, tepatnya ke area Big Ben dan London Eye. Transportasi underground di London sangat efisien dan menjadi pilihan utama wisatawan karena subway memiliki jalur ke hampir setiap sudut kota London. Biayanya juga tidak terlalu mahal karena ada price cap atau harga maksimal yang kita bayar per harinya apabila kita sering menggunakannya. Kurang lebih sekitar 8-11 poundsterling per hari untuk transportasi.

Setibanya di sana, suasana kota mulai berubah karena sudah mulai gelap. Lampu-lampu kota menyala, dan landmark ikonik London terlihat semakin indah menjelang malam. Kami turun di stasiun yang sangat dekat dengan Big Ben, dan begitu keluar dari station, langsung muncul di depan Jam Big Ben. Bagus sekali saat malam hari. Di sini ternyata juga sangat ramai dengan pengunjung, padat sekali.



Kami berjalan menyusuri area sekitar Big Ben berfoto-foto dan menikmati suasana Sungai Thames. Nampak juga London Eye. Setelah itu, kami menyeberangi jembatan menuju taman di sekitar London Eye. Di sana juga ada Christmas market dengan carrousel. Di taman tersebut, kami kembali bertemu teman-teman Indonesia. Kami duduk bersama sambil menikmati suasana malam di Sungai Thames, yang terlihat sangat indah dengan pantulan cahaya dari gedung-gedung di sekitarnya.

Suasana malam di London terasa romantis dan tenang. London Eye yang berputar perlahan, angin malam yang sejuk, serta pemandangan Sungai Thames membuat momen ini menjadi salah satu bagian terbaik dari perjalanan kami. Saya sangat menikmati pemusik yang sedang ‘mengamen’ di sini, sangat professional banget main musiknya.

Perjalanan Menuju Hotel di Canning Town

Setelah puas menikmati malam di pusat kota London, kami melanjutkan perjalanan menuju hotel di area Canning Town menggunakan tube train. Perjalanan malam ini terasa sumpek sekali karena ini memang sedang musim liburan. Untungnya kami tidak perlu berganti subway karena sudah satu jalur.

Kami berhenti di Canning Town station. Di sini merupakan area bisnis dengan gedung-gedung tinggi. Kami lalu berjalan menuju hotel yang sudah kami pesan. Sebelum ke hotel kami berbelanja dahulu di supermarket terdekat untuk menyetok kebutuhan. Sesampainya di hotel, rasa lelah mulai terasa, tetapi hati kami puas. Hari pertama terasa sangat melelahkan karena kami berangkat dari pagi sekali dari Birmingham dan di sini banyak berjalan kaki.



Berikut pengalaman hari kedua di London.

frochablog

A policy wonk, auditor, writer, and sketcher.

Post a Comment

Previous Post Next Post